OpenERP Contra : Fitur-fitur generic vs Keragaman User

Modul-modul beserta fitur-fitur generic OpenERP saya akui jempolan secara fungsional (two thumbs up, standing ovation -red). Tapi secara kemudahan pengoperasionalan … hmmm … OpenERP kurang bersahabat dengan user-user yang not-so-well-educated (sorry, -red). Coba kita lihat beberapa studi kasus di bawah ini :

CASE 1 : Manajemen Pembayaran

Seperti yang telah saya singgung di artikel ini, bahwa seringkali dalam implementasinya user-user yang diplot untuk menerima pembayaran adalah orang-orang yang tidak mempunyai dasar akuntansi yang kuat. Sedangkan fitur-fitur yang disediakan OpenERP, IMHO, membutuhkan user dengan dasar akuntansi yang cukup karena harus mengerti COA, jurnal akuntansi, rekonsiliasi, write-off, dll.

CASE 2 : POS

Ini lebih parah dari case 1. Point of sale sepertinya mayoritas akan diisi oleh user tanpa dasar akuntansi yang cukup (again … sorry -red)

CASE 3 : Internal Mutation

Diantara ketiga jenis tipe picking yang disediakan OpenERP (in, out, internal), internal mutation yang akan mempunyai banyak varian di lapangan (IMHO). Internal mutation dapat berwujud antara lain (1) disposal barang, (2) transfer antar lokasi, (3) transfer antar gudang, dll. Field yang dapat membedakan varian-varian internal mutation tersebut secara generic hanyalah kombinasi location_id dan location_dest_id. User harus dengan tepat mengisi kedua field tsb, untuk mewujudkan internal mutation dengan varian yang dikehendaki. Sementara dalam prakteknya tidak semua user menganggap memilih kedua field tsb mudah.

DISKUSI

Saya sering melihat pendapat bahwa yah memang begitu karakteristik ERP. Isian-isian yang banyak dan sulit tsb diperlukan untuk mengakomodir kebutuhan perusahaan yang dinamis. Lagi pula, dengan penggunaan modul-modul generic kaum developer, programmer khususnya, terhindar dari pembuatan modul tambahan. Modul tambahan berarti ekstra tenaga, ekstra waktu, dan ekstra biaya. Buat apa membangun modul tambahan jika modul generic bisa berfungsi?

That’s what i though .. back then …😀

Kenyataannya adalah klien, terutama user dengan definisi yang saya kemukakan di atas, benar-benar berteriak dengan ketidaksederhanaan modul generic OpenERP.  Mungkin teriakan-teriakan tsb bisa diredam jika manajemen perusahaan klien 100% on board dengan pihak developer dan memaksa seluruh user untuk menggunakan modul generic tsb as is. Thou shall use generic modules.😀. Ok … itu cara tsb bisa dijalankan. Collateral damage nya adalah … banyak kesalahan akan terjadi. Training harus diulang berkali-kali. Yang pada akhirnya akan membuat biaya implementasi sangat bengkak.

SOLUSI

Pertanyaan cara mana yang akan ditempuh adalah seperti tes psikologi, tidak ada jawaban yang benar dan salah.😀. Pilihan akan kembali ke kesepakatan antara developer dan klien. Mana yang mau ditempuh : (a) Membangun modul tambahan (ekstra pada tahap development), atau (b) Menggunakan generic module (ekstra pada tahap implementasi)?

My advice … Pilih yang costnya lebih bisa diprediksi😀

 

 

 

 

One thought on “OpenERP Contra : Fitur-fitur generic vs Keragaman User

  1. Setuju sekali mas, perusahaan yang mau “mulai menggunakan” software harusnya mempertimbangkan hal ini, tapi bentrok dengan prinsip dasar ekonomi, mengeluarkan modal sekecil mungkin, dan mendapat untung sebesar mungkin😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s