OpenERP 7.0 Module : ar_pajak


Pajak merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari operasional perusahaan. Selalu menjadi nilai tambah dalam sebuah sistem jika bisa menyediakan fitur yang memudahkan perusahaan dalam mengatur semua dokumen perpajakannya.

Modul generik OpenERP hanya menyediakan fungsionalitas standar terkait dengan perpajakan. Modul lokalisasi untuk perpajakan Indonesia harus dibuat agar menjadi nilai tambah.

Continue reading

OpenERP 7.0 Module : ar_base_amount_to_text


OpenERP implementation need amount to text function on many documents such as invoice, sale order, etc. I know that OpenERP has provide amount_to_text functionality. Too bad it is not located on module. They put it on /tools folder (amount_to_text.py). It is not as flexible that i wanted to. That’s why we build this module.

Continue reading

OpenERP 6.0.x & 6.1 Functional Tutorial : Pengelolaan PPN Secara Manual Pada OpenERP


Penanganan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tidak selesai sampai faktur pajak/customer invoice dibuat dan/atau supplier invoice divalidasi. Langkah tersebut baru sampai menjurnal PPN Masukan atau PPN Keluaran. Penanganan PPN masih berlanjut sampai hutang pajak untuk masa pajak yang berkaitan dibayar.

Langkah tambahan tersebut adalah :

    • Mengkreditkan PPN Masukan dengan PPN Keluaran guna mendapatkan jumlah utang PPN
    • Membayar utang PPN tersebut tiap bulannya

    OpenERP belum/tidak memiliki otomatisasi untuk menangani kedua langkah di atas. Penanganannya masih harus ditangani dengan manual menggunakan Journal Entry dan Manual Reconciliation

    A. CONTOH KASUS

    Continue reading

    OpenERP 6.1 Functional Tutorial : Tutup Buku


    A. PENGANTAR

    Proses tutup buku merupakan aktivitas terakhir yang dilakukan pada tiap tahunnya. Oleh karena itu implementasinya pada OpenERP kurang mendapatkan perhatian oleh developer/implementor OpenERP dikarenakan baru dilakukan menjelang fiscal year berakhir. Akibatnya klien kurang mendapatkan informasi mengenai apa yang akan terjadi pada proses tutup buku oleh OpenERP. Ketidaktahuan ini dapat berujung konflik antara developer dengan klien.

    Continue reading

    OpenERP 6.1 Functional Tutorial : Implementasi Single Sign-On Dengan Menggunakan OpenID


    Sumber Artikel : http://intellectseed.wordpress.com/2012/09/29/how-openerp-works-as-sso/

    Teknologi Single-sign-on (sering disingkat menjadi SSO) adalah teknologi yang mengizinkan pengguna jaringan agar dapat mengakses sumber daya dalam jaringan hanya dengan menggunakan satu akun pengguna saja. Teknologi ini sangat diminati, khususnya dalam jaringan yang sangat besar dan bersifat heterogen (di saat sistem operasi serta aplikasi yang digunakan oleh komputer adalah berasal dari banyak vendor, dan pengguna dimintai untuk mengisi informasi dirinya ke dalam setiap platform yang berbeda tersebut yang hendak diakses oleh pengguna). Dengan menggunakan SSO, seorang pengguna hanya cukup melakukan proses autentikasi sekali saja untuk mendapatkan izin akses terhadap semua layanan yang terdapat di dalam jaringan.

    (Sumber : http://id.m.wikipedia.org/wiki/Single-sign-on)

    OpenERP mempuntai fitur untuk menerapkan single sign-on dengan menggunakan OpenID

    Berikut langkah-langkah implementasi single sign-on pada OpenERP dengan menggunakan OpenID :

    Continue reading

    OpenERP 6.1 Functional Tutorial : Pengantar Implementasi Cost Accounting/Akuntansi Biaya


    Akuntansi Biaya atau Cost Accounting adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa.

    OpenERP mendukung implementasi akuntansi biaya melalu fitur Analytic Accounting nya. Tulisan ini merupakan pengantar dari beberapa seri artikel mengenai implementasi akuntansi biaya di OpenERP.

    Continue reading

    OpenERP 6.1 Functional Tutorial : Incoming Shipment Dengan Proses QC


    A. STUDI KASUS

    Perusahaan A mempunyai kebijakan bahwa stok yang masuk ke gudang nya harus melalui proses QC terlebih dahulu. Selama stok melalui proses QC, stok belum diakui sebagai persediaan. Setelah stok lolos QC, stok baru diakui ke persediaan. Stok yang tidak lolos QC tidak akan diakui sebagai persediaan dan akan dikembalikan ke user

    Incoming Shipment IN/00001 diterima dari supplier ke Gudang A dengan detail :
    1. 5 Unit Samsung Galaxy Y

    Setelah di QC 1 unit dalam keadaan cacat sehingga tidak akan masuk ke stok dan akan di klaim ke supplier

    B. PENYELESAIANNYA DENGAN OPENERP

    Continue reading

    OpenERP 6.1 Functional Tutorial : Konfigurasi Akun Untuk Physical Inventory


    Physical Inventory memungkinkan user untuk melakukan penjurnalan akuntansi secara otomatis jika Stock Valuation product yang terkait diset menjadi Real-Time

    Physical Inventory

    Physical Inventory

    Hasil Penjurnalan Physical Inventory

    Hasil Penjurnalan Physical Inventory

    Jika jumlah stok aktual lebih banyak dari stok di sistem, maka penjurnalan yang akan terjadi adalah sebagai berikut :

    Akun Persediaan Dr. Sejumlah Selisih Persediaan
    Akun Selisih Persediaan Cr. Sejumlah Selisih Persediaan

    Jika jumlah stok aktual lebih sedikit dari stok di sistem, maka penjurnalan yang akan terjadi adalah sebagai berikut :

    Continue reading

    OpenERP 6.1 Functional Tutorial : Pemindahbukuan Antar Bank Dengan Bank Statement


    A. STUDI KASUS

    Perusahaan A melakukan pemindahbukuan/transfer antar dua rekening bank milik perusahaan tersebut. Uang sejumlah Rp. 2.500.000 dipindahbuku dari rekening di Bank BCA ke Bank Mandiri

    B. CARA MENYELESAIKANNYA DENGAN OPENERP

    Cara termudah melakukan penjurnalan pemindahbukuan antar rekening adalah melalui Journal Entries. Namun apabila perusahaan menggunakan fitur Bank Statement akan terjadi keganjilan dalam pencatatannya. Oleh karena itu penjurnalan pemindahbukan yang sudah dicatat oleh Journal Entries tidak boleh lagi dicatat di Bank Statement.

    Solusi kedua adalah dengan menggunakan Bank Statement. Namun pengguaan Bank Statement dalam pemindahbukuan antar rekening bank membutuhkan penggunaan rekening/akun antara. Tanpa penggunaan rekening antara, akan terjadi penjurnalan ganda.

    Berikut cara menyelesaikannya dengan menggunakan Bank Statement :

    Continue reading