Catatan Migrasi Linux :: Repositori


Satu kendala yang ditemui ketika bermigrasi ke linux adalah masalah download paket-paket tambahan. Beberapa laptop saja yang dimigrasi sudah membuat sesak napas ketika satu persatu harus melakukan download paket-pket tambahan dari repositori di internet. Setelah browsing dan membandingkan teknik-teknik membuat repositori lokal, bersualah Saya dengan artikel di info Linux (01/2011) mengenai pembuatan cache repositori dengan menggunakan apt-cacher-ng.

Berikut panduan membangun cache repositori dengan apt-cacher-ng :

1. Install apt-cacher-ng di komputer yang akan dijadikan sistem cache repositori.

sudo apt-get install apt-cacher-ng

2. Jalankan apt-cacher-ng

sudo /etc/init.d/apt-cacher-get start

3. Untuk memastikan agar service apt-cacher-ng selalu aktif ketika komputer dihidupkan, maka jalankan perintah :

sudo sysv-rc-conf apt-cacher-ng on

4. Lakukan konfigurasi di tiap komputer yang akan menggunakan service repositori dengan membuat file 00apt-cacher di /etc/apt/apt.conf.d/

sudo touch /etc/apr/apt.conf.d/00apt-cacher

Kemudian isi file tsb dengan sintaks berikut :

Acquire::http{ Proxy “http:/ip server:3142″;};

Untuk melihat apakah apt-cacher sudah bekerja, bisa dilakukan dengan :

tail -f /var/log/apt-cacher-ng/apt-cacher.log

Catatan Migrasi Linux :: Version Controller


20.05.2011

Ok .. bazaar jadi pilihan pertama. Tengok – tengok launchpad ternyata addons OpenERP dijadiin satu project ndiri. Cobain ah …

20.05.2011 18.30

It’s do able … berarti satu project OpenERP dibuat satu project. Jalanin OpenERP nya kudu pake parameter –addons berarti dan OpenERP nya jangan diinstall. Lanjut lagi Gan …

25.05.2011 19.46

Heks … kusut juga struktur kaya model addons OpenERP. Banyak project berarti banyak addons bertebaran dimana-mana. Ganti haluan. Satu module satu project, ikutin pola standar svn sekarang

OpenERP Server 5 Daemon


1. Ikuti langkah di dokumentasi OpenERP sampai dengan instalasi OpenERP Server. Hal yang harus diperhatikan adalah user Linux yang akan menjalankan daemon (User yang dibuat pada langkah pembuatan user postgresql)

2. Buat daemon

sudo pico /etc/init.d/openerp-server

3. Copy Paste script di bawah ini ke file dari langkah 2

#! /bin/sh
### BEGIN INIT INFO
# Provides: openerp-server
# Required-Start: $syslog
# Required-Stop: $syslog
# Default-Start: 2 3 4 5
# Default-Stop: 0 1 6
# Short-Description: OpenERP Server – the server
# Description: OpenERP is a complete ERP and CRM software
## END INIT INFO
PATH=/sbin:/usr/sbin:/bin:/usr/bin
DESC=openerp-server
NAME=openerp-server
DAEMON=/usr/bin/openerp-server # <– SESUAIKAN DENGAN LOKASI BIN HASIL SETUP
# Specify the user name (Default: terp).
USER=”agin” # <– SESUAIKAN DENGAN USER YANG AKAN MENJALANKAN OPENERP-SERVER
# Specifty an alternate config file (Default: ~/.openerp-serverrc)
CONFIGFILE=”/etc/openerp-server.cfg”
# pidfile
PIDFILE=/var/run/$NAME.pid
# Additional options that are passed to the Daemon
DAEMON_OPTS=”-c $CONFIGFILE”
# Exit if the package is not installed
[ -x $DAEMON ] || exit 7
[ -f $CONFIGFILE ] || exit 0
checkpid() {
[ -f $PIDFILE ] || return 1
pid=`cat $PIDFILE`
[ -d /proc/$pid ] && return 0
return 1
}
# function that starts the daemon/service
#
if [ -f /lib/lsb/init-functions ] || [ -f /etc/gentoo-release ] ; then
do_start() {
start-stop-daemon –start –quiet –pidfile $PIDFILE \
–chuid $USER –background –make-pidfile \
–exec $DAEMON — $DAEMON_OPTS
RETVAL=$?
sleep 5 # wait for few seconds
return $RETVAL
}
#
# Function that stops the daemon/service
do_stop() {
start-stop-daemon –stop –quiet –pidfile $PIDFILE –oknodo
RETVAL=$?
sleep 2 # wait for few seconds
rm -f $PIDFILE # remove pidfile
return $RETVAL
}
do_restart() {
start-stop-daemon –stop –quiet –pidfile $PIDFILE –oknodo
sleep 2 # wait for few seconds
rm -f $PIDFILE # remove pidfile
start-stop-daemon –start –quiet –pidfile $PIDFILE \
–chuid $USER –background –make-pidfile \
–exec $DAEMON — $DAEMON_OPTS
RETVAL=$?
sleep 5 # wait for few seconds
return $RETVAL
}
else
do_start() {
$DAEMON $DAEMON_OPTS > /dev/null 2>&1 &
RETVAL=$?
sleep 5 # wait for few seconds
echo $! > $PIDFILE # create pidfile
return $RETVAL
}
do_stop() {
pid=`cat $PIDFILE`
kill -15 $pid
RETVAL=$?
sleep 2 # wait for few seconds
rm -f $PIDFILE # remove pidfile
return $RETVAL
}
do_restart() {
if [ -f $PIDFILE ]; then
do_stop
fi
do_start
return $?
}
fi
start_daemon() {
if [ -f $PIDFILE ]; then
echo “pidfile already exists: $PIDFILE”
exit 1
fi
echo -n “Starting $DESC: “
do_start
checkpid
if [ $? -eq 1 ]; then
rm -f $PIDFILE
echo “failed.”
exit 1
fi
echo “done.”
}
stop_daemon() {
checkpid
if [ $? -eq 1 ]; then
exit 0
fi
echo -n “Stopping $DESC: “
do_stop
if [ $? -eq 1 ]; then
echo “failed.”
exit 1
fi
echo “done.”
}
restart_daemon() {
echo -n “Reloading $DESC: “
do_restart
checkpid
if [ $? -eq 1 ]; then
rm -f $PIDFILE
echo “failed.”
exit 1
fi
echo “done.”
}
status_daemon() {
echo -n “Checking $DESC: “
checkpid
if [ $? -eq 1 ]; then
echo “stopped.”
else
echo “running.”
fi
}
case “$1″ in
start) start_daemon ;;
stop) stop_daemon ;;
restart|force-reload) restart_daemon ;;
status) status_daemon ;;
*)
N=/etc/init.d/$NAME
echo “Usage: $N {start|stop|restart|force-reload|status}” >&2
exit 1
;;
esac
exit 0
# vim: sts=4 st=4 et

4. Ubah mode file /etc/init.d/openerp-server (dari langkah 2) agar dapat diexecute oleh semua user

sudo chmod +x /etc/init.d/openerp-server

5. Buat auto-start ketika boot

sudo update-rc.d openerp-server defaults

6. Buat config file

sudo pico /etc/openerp-server.cfg

7. Copy-Paste ke file config

[options]
#without_demo = False
netport = 8070
secure = False
demo = {}
#syslog = true
cache_timeout = 100000
port = 8069
smtp_password = False
secure_pkey_file = server.pkey
netinterface =
#log_level = 20
admin_passwd = admin
smtp_port = 25
smtp_server = localhost
db_user = agin # <– SESUAIKAN DENGAN USER YANG AKAN MENJALANKAN OPENERP-SERVER
price_accuracy = 2
import_partial =
soap = False
#pidfile = true
db_maxconn = 64
reportgz = False
xmlrpc = True
#db_port = False
debug_mode = False
netrpc = True
secure_cert_file = server.cert
#interface =
#logfile = False
csv_internal_sep = ,
pg_path = None
translate_modules = ['all']
stop_after_init = False
root_path = /usr/local/lib/python2.6/dist-packages/openerp-server # <– SESUAIKAN DENGAN LOKASI ROOT DARI OPENERP SERVER HASIL PROSES SETUP
smtp_user = False
db_password = False
db_name = False
db_host = False
assert_exit_level = 30
email_from = False
addons_path = /usr/local/lib/python2.6/dist-packages/openerp-server/addons # <– SESUAIKAN DENGAN LOKASI ADDONS DARI OPENERP SERVER HASIL PROSES SETUP
logfile = /var/log/openerp-server.log

8. Buat logfile untuk openerp-server

sudo touch /var/log/openerp-server.log

9. Ubah kepemilikan file config

sudo chown openerp /var/log/openerp-server.log

Sesuaikan owner file log dengan user yang akan menjalankan openerp-server

10. Ubah mode file bin yang tercantum pada $DAEMON di /etc/init.d/opeerp-server (dari langkah 2) agar dapat diexecute oleh semua user

sudo chmod +x /usr/local/bin/openerp-server

11. Jalankan daemon

sudo /etc/init.d/openerp-server start

CATATAN :

1. Beberapa langkah harus disesuaikan dengan kondisi instalasi. Perhatikan comment di /etc/init.d/openerp-server dan openerp-server.cfg.

Catatan Migrasi Linux :: Driver VGA SiS di Laptop Byon


Salah satu laptop (Byon) bermasalah ketika dimigrasi ke Ubuntu Maverick. Monitornya terdetect sebagai unknown. Sehingga resolusi terbesar yang bisa digunakan cuma 800×600. Setalah dibawa kesana-kemari sama Mbah Google, akhirnya ketemu juga panduan paling simple. Datangnya dari negeri sendiri pula. Panduannya sebenarnya ditulis untuk Ubuntu Natty, tapi oke juga dipraktekin ke Ubuntu Maverick. Two thumbs up lah buat penulisnya ….
Panduan Install Driver VGA SiS di Ubuntu

Catatan Migrasi Linux :: Here We Go !!!!


Setelah ditunda-tunda sekian lama, akhirnya rencana migrasi ke Linux mulai berjalan. So far 7 laptop dengan sukses bermigrasi ke linux. 2 Ubuntu Karmic, 1 Ubuntu Server Maverick, 2 Maverick, 1 Lucid, n 1 Mint Helena. Huehehehehe. Sebagian masih dual boot, tapi lumayanlah ….

Mudah-mudahan sebulan lagi elemen produksi, selain produk Microsoft, sudah bisa dipindah ke Linux.